http://www.youtube.com/watch?v=amzU2lvY9hg&feature=youtube_gdata_player
Dua org yg sangat aku suka. :-)
06.07 |
Read User's Comments0
07.17 |
Miracle of Water: 7 Keajaiban Air yang Tidak Disadari
“Air
adalah kekuatan pendorong dari seluruh alam.”
-Leonardo
da Vinci
Sob… pernah
nonton film box office yang berjudul “War of the Worlds”? Pemain utamanya itu
Tom Cruise, Dakota Fanning, dan Justin Chatwin. Film ini sempat laris di tahun
2005 dengan pemasukan kurang lebih U$ 550 juta. Film ini menceritakan invansi
sekelompok alien ke bumi, mereka menyerang dan menculik orang-orang di seluruh kota. Situasi saat itu
carut marut, orang-orang dari seluruh kota
berusaha mengungsi ke tempat yang aman. Para
tentara negara kesulitan menghadapi alien yang bernama Tripod, pasukan tersebut
malah dipukul mundur oleh para alien. Tidak ada teknologi yang ampuh untuk
memusnahkan alien tersebut. Hanya satu yang dapat mengalahkan mereka. Air.
Dalam akhir film
itu, alien berusaha mengisap mineral yang ada di bumi. Saat mereka menyedot
banyak air, tiba-tiba badan mereka mengering, tidak terkendali, dan hancur
dengan sendirinya. Sesuatu yang tidak diduga-duga, bahkan oleh penonton sekali
pun, sebuah air dapat memusnahkan alien tersebut. Apa alasan sang sutradara
memasukkan unsur air ke dalam film ini? Berikut komentarnya, bahwa ciptaan
Tuhan yang paling kecil sekalipun mempunyai kekuatan untuk melindungi bumi. Dan
manusialah yang mendapat hak, di antara organisme yang tak terbatas di planet
ini, untuk menjaga segala hal yang terdapat di bumi ini.
Seperti air yang
telah melindungi makhluk bumi dari serangan alien dalam “War of The Worlds”,
begitu juga air yang telah memberikan banyak manfaat untuk kehidupan kita, juga
semua makhluk di bumi ini. Tanpa kita sadari atau tidak, air selalu memberikan
dampak positif untuk penerimanya.
Penelitian menyebutkan, manusia hanya dapat
bertahan hidup hanya 3-5 hari saja,
bila tidak mengkonsumsi air. Karena setiap
harinya manusia kehilangan cairan
hingga 1,5 liter per hari.
Air Mempunyai Jiwa
Dalam buku The True Power of Water, Masaru Kinomoto
sang penulis melakukan riset dengan menuangkan air yang sama ke dalam 2 gelas.
Gelas pertama diberi label “Terima Kasih” (tulisan dengan kata positif) dan
gelas kedua diberi label “Kamu Bodoh” (tulisan dengan kata negatif). Hasil yang
diperlihatkan adalah air dalam wadah yang diberi label dengan kata positif
memberikan bentuk kristal yang lebih indah dari pada air dalam wadah yang diberi
label dengan kata negatif. Sama seperti manusia, air juga memiliki jiwa. Bila
selalu berpikir positif, hidupnya akan lebih indah dan tenang, dibanding bila
selalu berpikir negatif, yang akan membuat hidup tidak tenang.
Air dari Langit
Air tidak egois.
Ia selalu berguna untuk yang menerimanya. Saat ia diturunkan dari langit, air
selalu jatuh dan menyebar ke tempat yang membutuhkannya. Tanah yang mendapatkan
air akan menghasilkan air tanah yang
berfungsi menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga maupun
industri. Tanaman yang mendapatkan air akan menghasilkan H dan O2 dalam
fotosintesis, mempertahankan suhu, pemacu respirasi, dan sebagainya. Air yang turun ke bumi, akan mengalir menuju
laut, hingga menguap kembali menjadi hujan.
Air adalah Kekuatan
Setetes air
tidak berpengaruh untuk makhluk hidup, tapi setetes air dapat menghancurkan
sebuah batu. Begitu kuatnya benda cair ini, hingga dapat menghancurkan benda
padat dengan tetesannya. Kekuatan air yang besar dapat menggerakan sebuah
pembangkit listrik (PLTA). Sebuah kumpulan air dengan dorongan gelombang
permukaan dan hembusan angin, menghasilkan ombak di pantai. Kumpulan ombak akan
menghasilkan tsunami, yang dapat meluluhlantahkan sebuah kota (Aceh, Desember 2004).
Air Bersih
Di zaman yang
modern ini, sangat miris bila mengetahui bahwa ketersediaan air bersih menjadi
masalah di setiap kota
di dunia. Ada
yang meramalkan tahun 2025 akan menjadi kiamat air bersih di dunia. Cukup mengherankan
bahwa makhluk hidup: manusia, hewan, dan tumbuhan, hanya manusia yang sangat
memerlukan air bersih untuk keberlangsungan hidupnya. Air bersih yang
dimaksudkan itu tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengandung bakteri, dan
sebagainya. Artinya aman dikonsumsi oleh manusia. Karena manusia yang paling
membutuhkan air bersih, maka ada baiknya manusia jugalah yang menjaga,
menghemat, dan melestarikan ketersediaan air bersih di bumi.
Air itu Menyehatkan
“Minumlah air 8
gelas sehari”, “Rajin-rajin minum air yang banyak”, “Minum air yang banyak
setelah makan, minum obat, atau sehabis berolah raga.” Mungkin kalimat-kalimat
di atas sudah tidak asing di telinga kita. Yup, orang sehat harus banyak minum
air putih. Untuk orang sakit, selain obat, penyakit juga bisa disembuhkan
dengan mengkonsumsi banyak air. Tubuh memerlukan 2-3 liter per hari untuk melarutkan
zat-zat yang diserap dalam tubuh dan mengeluarkan zat yang tidak berguna untuk
tubuh. Begitu banyaknya manfaat positif air untuk tubuh kita. Konsumsilah air
yang banyak untuk menjaga kesehatan tubuh kita.
Selain fungsinya untuk kelangsungan hidup,
air sangat penting untuk organ-organ
dalam tubuh agar bisa bekerja dengan baik.
Air Ada
Di mana-mana
97% permukaan
bumi adalah air. Yang artinya, kita selalu berada di dekat air dan tidak dapat
dipisahkan dalam perjalanan hidup ini. Makhluk hidup di bumi akan selalu di
dampingi oleh salah satu keajaiban ciptaan Tuhan, air, hingga kapan pun dan tak
akan pernah habis.
Hari Air Sedunia
Hari Air Dunia
direkomendasikan oleh PBB di Konferensi tentang Lingkungan dan Pembangunan
(UNCED) tahun 1992 di Rio de Jenero, Brazil. Majelis Umum PBB menyetujuinya dan
menetapkan 22 Maret 1993 sebagai Hari Air Dunia pertama kalinya. Dan pada 22
Maret 2013 mendatang, Hari Air Dunia akan mengangkat tema “Water Cooperation”
atau “Tahun Kerjasama Air Internasional”.
Begitu banyak
kebaikan yang diberikan oleh sebuah air untuk kehidupan kita, yang sepertinya
bila ditulis akan menjadi sebuah buku yah :) Semoga kisah tentang air di atas
dapat memberikan inspirasi untuk kita semua, agar lebih menjaga dan
memanfaatkan sumber daya alam ciptaan Tuhan yang tak terbatas ini dengan sebaik-baiknya.
Terima kasih.
-NORANI
Read User's Comments0
Segitiga Bermuda di Indonesi
08.18 |
Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)
Sebelum membahas yang di Indonesia ada baiknya jika kita mengenal dahulu yang di Amerika. Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara P. Bermuda, Puerto Rico, dan Miami.
Segitiga ini begitu istimewa karena seringkali terjadi kecelakaan baik udara maupun laut didaerah tersebut. Anehnya, kecelakaan2 tersebut terjadi begitu saja, seakan2 mereka hilang dalam sekejap didaerah tersebut. Banyak teori2 yang menjelaskan peristiwa ini, seperti teori gas metana, cuaca yang labil, black hole/blue hole, lubang dimensi, bahkan teori UFO/alien, namun belum ada satupun teori2 tersebut yang mampu menjelaskan peristiwa bermuda secara pasti.
Lebih mengejutkan lagi ternyata diseluruh dunia ada sekitar 5-6 (saya lupa tepatnya) perairan yang serupa dengan bermuda triangle. Salah satunya ternyata terdapat di Indonesia.
Segitiga Masalembo
Segitiga Masalembo adalah segitiga yang serupa dengan segitiga bermuda di kepulauan Bahama. Segitiga Masalembo ini terletak di perairan laut Jawa, tepatnya pertemuan antara laut Jawa dengan selat Makasar. Jika dilihat dari gambar diatas, kepulauan Masalembo ini lebih cenderung ke selat Makasar dibanding dengan laut Jawa.
Beberapa kejadian aneh dan kecelakaan pernah terjadi di daerah segitiga tersebut. Masih ingat peristiwa tenggelamnya kapal Senopati?? KM teratai?? atau yang lebih dahsyat lagi peristiwa hilangnya pesawat Adam Air?? peristiwa2 tersebut terjadi di daerah segitiga maut ini. Bukan baru2 ini saja, dulu pada tanggal 27 Januari 1981 KM Tampomas II terbakar di laut dan karam, lokasi kejadian di segitiga maut ini juga.
“Lokasi kecelakaan KM Teratai sekitar tiga mil dari bibir pantai Majene dan enam mil dari lokasi jatuhnya pesawat Adam Air,” kata Ignatius dalam laporannya kepada Menhub Jusman Syafii Jamal di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (12/1)
Banyaknya kecelakaan dan peristiwa2 aneh lainnya didaerah tersebut membuat daerah segitiga tersebut menjadi daerah terlarang di perairan Indonesia. Sebenarnya apa penyebab dari fenomena segitiga Masalembo ini?
Jika kita lihat dari letak geografisnya, maka didaerah segitiga Masalembo terdapat aliran arus air yang tidak normal. Benturan yang terjadi antara arus laut Jawa (dari barat ke timur), arus laut Flores (dari timur ke barat), ditambah dengan arus selat Makasar yang membelahnya ( dari utara ke selatan) membuat arus didaerah perairan Masalembo menjadi labil.
Kencangnya benturan antara tiga perairan, ditambah dengan terbawanya air laut dingin dari Samudera Pasifik ke Samudera Indonesia (15 juta meterkubik air perdetik) Dan hampir keseluruhannya melalui Selat Makassar, disebut2 sebagai penjelasan yang paling ilmiah yang menyebabkan segitiga ini menjadi daerah terlarang.
Itu dari segi kelautan (arus laut), bagaimana menjelaskan kecelakaan2 udara? apakah hanya kebetulan terjadi di wilayah Masalembo? ataukah wilayah tersebut mempunyai kekuatan misterius seperti bermuda triangle?
Diatas adalah gambar peribahan cuaca dan pergerakan angin di Indonesia. Coba perhatikan ada warna merah campur kuning camur hijau kebiru2an, anehnya warna tersebut berbentuk segitiga (tepat di wilayah segitiga Masalembo). Mungkin ini menunjukkan kalau perubahan cuaca dan pergerakan angin di wilayah segitiga Masalembo sulit diperkirakan (labil) karena merupakan campuran dari tiga warna tadi (sebenarnya saya sendiri kurang begitu paham).
Setidaknya penjelasan2 tersebut sudah mewakili bahwa segitiga Masalembo menjadi terlarang hanya karena faktor alam saja, tidak seperti segitiga bermuda yang penuh dengan kemisteriusan sampai sekarang. Tapi, taukah anda kalau diperairan Masalembo seringkali terjadi keanehan selain kecelakaan?
Menurut kesaksian beberapa orang yang berhasil melewati wilayah segitiga tersebut (ternyata tidak semua berujung kecelakaan) baik dari laut maupun udara, mereka mengatakan melihat penampakan aneh, seperti burung besar, ular laut besar, dll. Mungkinkah burung besar itu pterodactyl? mungkinkah mereka melihat makhluk2 purba? ataukah mereka hanya berhalusinasi atau bahkan berbohong?
Who knows.. yang jelas segitiga Masalembo merupakan fenomena alam menakjubkan yang hanya terdapat diperairan Indonesia.
http://www.indonesiamedia.com/2012/08/06/gambar-gambar-dramatis-segitiga-bermuda/
Read User's Comments0
21.28 |
10 Negara Termaju di Dunia
Negara maju berbeda dengan negara
modern, begitu juga dengan negara berkembang. Ketiga jenis kategori
sebuah negara tersebut memiliki definisi yang berbeda - beda. Sebuah
negara bisa dikategorikan sebagai negara yang maju bila HDI (The human
development index) yang digunakan untuk menentukan peringkat sebuah
negara termasuk ke dalam kategori sangat tinggi (high level). HDI itu
sendiri dilihat dari besarnya harapan hidup, tingkat pendidikan, standar
hidup, kesejahteraan, pekayanan kesehatan, dll. Namun demikian,
adakalanya penilaina sebuah negara masuk ke dalam kategori termaju atau
bukan juga bisa dinilai sevara subyektif dengan berbagai alasan
tertentu.
Berikut ini adalah 10 negara termaju di dunia:
1. NORWEGIA
Norwegia memiliki tingkat pengangguran yang rendah. Dengan angka harapan hidup yang mencapai 80,2 tahun.
2. AUSTRALIA
Negara yang memiliki GDP (gross domestic
products) sebesar USD 918,978 Milyar ini juga selama 5 tahun terakhir
memiliki pendapatan perkapita sebesar USD 40.836. Selain itu, negara
ini juga menduduki rangking tertinggi di dunia dalam kualitas hidup
masyarakatnya.
3. BELANDA
Belanda memiliki standar pendidikan yang
tinggi serta menjadi acuan standar literatur bagi negara - negara lain
di dunia ini. Keadaan ekonomi Belanda yang stabil serta masyarakatnya
yang menduduki rangking sebagai masyarakat yang paling bahagia du dunia
lah yang membuat Belanda berhasil masuk ke dalam kategori negara termaju
4. AMERIKA SERIKAT
Siapa yang mampu menyangkal bahwa
Amerika Serikat bukanlah negara maju? Sebagai tolok ukur kondisi
perekonomian dunia, jelas Amerika memiliki pengaruh yang sangat kuat
atas kondisi negara - negara yang lain.
5. NEW ZEALAND
Negara yang memiliki kondisi alam yang
sangat indah ini memiliki GDP sebesar USD 157,877 Milyar serta
pendapatan per kapita sebesar USD 35.374 untuk populasi penduduknya yang
hanya berjumlah sekita 4,3 juta orang saja
6. KANADA
Kanada menduduki peringkat kedua sebagai
negara terbesar di dunia setelah Rusia dan berbatasan secara langsung
dengan Amerika Serikat. Masyarakat Kanada terkenal sebagai masyarakat
yang emmiliki tingkat pendidikan yang sangat tinggi serta memiliki
kecerdasan yang diatas rata - rata.
7. IRLANDIA
Republik Irlandia memiliki jumlah
populasi penduduk yang sangat kecil. Yaitu sekitar 4,5 juta orang saja
99% penduduk Irlandia telah berhasil mengenyam pendidikan yang tinggi
8. LIECHTENSTEIN
Tidak banyak yang tahu tentang negara
ini. Liechtenstein merupakan negara dengan wilayah terkecil di dunia
karena hanya seluas 160 km persegi dengan jumlah penduduk hanya sekitar
35 ribu orang saja. Namun GDP dari Liechtenstein merupakan GDP tertinggi
di dunia.
9. JERMAN
Di negara - negara persatuan Eropa,
Jerman merupakan negara yang memiliki ekonomi terbesar dan juga memiliki
tingkat populasi terbesar juga, yaitu sekitar 82,2 juta penduduk.
10. SWEDIA
Luas wilayah Swedia hanya seluas
California saja serta memiliki jumlah penduduk sekitar 9,3 juta jiwa.
Jerman terkenal dengan standar kesehatan dan pendidikan yang sangat
tinggi bagi penduduknya.
Read User's Comments1
Apa itu geografi ?
21.28 |
Geografi
Geografi
adalah ilmu yang
mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan
atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi
berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi") dan
graphein ("menulis", atau "menjelaskan").
Geografi juga merupakan nama judul buku bersejarah pada subjek ini, yang
terkenal adalah GeographiaKlaudios Ptolemaios (abad kedua). tulisan
Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak
hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan
tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang."
Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga
mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.
Pengertian menurut para ahli
Erastothenes (Abad ke-1)
Geografi berasal dari kata
geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi
Claudius Ptolomaeus
Geografi adalah suatu
penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi
Ullman (1954)
Geografi adalah interaksi
antar ruang.
Strabo (1970)
Geografi erat kaitannya dengan
faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara
keseluruhan. Pendapat ini kemuadian disebut konsep Natural Atrribut of
Place
Rifhi Siddiq
Geografi adalah suatu disiplin
ilmu yang mencakup segala fenomena yang terjadi di permukaan bumi, seba dan
akibatnya, hubungannya dengan interaksi manusia dan menganalisanya dengan
memperhatikan keterkaitan, penggambaran, serta distribusi fenomena-fenomena
tersebut
Ekblaw dan Mulkerne
Geografi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan
hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang
kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati
Paul Vidal de La Blance
Geografi adalah studi tentang
kualitas negara-negara, di mana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana
manusia mengelola alam ini
Prof. Bintarto (1981)
Geografi mempelajari hubungan
kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang
menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan
keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan
keberhasilan pembangunan.
Geografi adalah ilmu yang
mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang
kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
Von Rithoffen
Geografi adalah studi tentang
gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun
berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara
gejala-gejala dan sifat tersebut.
Konsep
- Konsep Lokasi
agus abusi Konsep lokasi adalah konsep utama yang akan digunakan untuk
mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi
atas:
- Konsep Jarak
Dalam kehidupan sosial ekonomi, jarak memiliki arti penting. Dalam geografi
jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu jarak geometrik dinyatakan dalam
satuan panjang kilometer dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu (jarak tempuh).
- Konsep Keterjangkauan
Sulit atau mudahnya suatu lokasi untuk dapat dijangkau dipengaruhi oleh
lokasi, jarak dan kondisi tempat. Contoh: Surabaya–Jakarta bisa ditempuh dengan
bus atau pesawat.
- Konsep Pola
Pola merupakan tatanan geometris yang beraturan. Contoh, penerapan konsep
pola adalah pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan raya
atau sungai.
- Konsep Geomorfologi
Geomorfologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi. Ilmu geografi tidak
terlepas dari bentuk-bentuk permukaan bumi, seperti pegunungan, perbukitan,
lembah dan dataran. Hal inilah yang menyebabkan permukaan bumi merupakan objek
studi geografi.
- Konsep Aglomerasi
Aglomerasi merupakan kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait
dengan aktivitas manusia. Misalnya pengelompokan kawasan industri, pusat
perdagangan dan daerah pemukiman.
- Konsep Nilai Kegunaan
Manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup,
tidak akan sama pada semua orang. Nilai kegunaan pun bersifat relatif. Misalnya
pantai mempunyai nilai kegunaan yang tinggi sebagai tempat rekreasi bagi warga kota yang selalu hidup
dalam keramaian, kebisingan dan kesibukan.
- Konsep Interaksi Interdependensi
Interaksi merupakan terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara
suatu gejala dengan gejala lainnya. Contohnya adalah perbedaan kondisi antara
daerah pedesaan dan perkotaan yang kemudian dapat menimbulkan suatu kegiatan
interaksi seperti halnya penyaluran kebutuhan pangan, arus urbanisasi
maupun alih teknologi.
- Konsep Diferensiasi Area
Fenomena yang berbeda antara tempat yang satu dengan yang lain. Contoh:
Areal pedesaan khas
dan corak persawahan.
- Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena lainnya merupakan suatu
keterkaitan keruangan. Misalnya hubungan antara kemiringan lereng di suatu
wilayah dengan ketebalan lapisan tanah serta hubungan antara daerah kapur dengan kesulitan air.
Pendekatan
Pendekatan Spasial (Keruangan)
Analisis keruangan merupakan pendekatan yang khas dalam geografi karena
merupakan studi tentang keragaman ruang muka bumi dengan menelaah masing-masing
aspek-aspek keruangannya. Aspek-aspek ruang muka bumi meliputi faktor lokasi,
kondisi alam, dan kondisi sosial budaya masyarakatnya. Dalam mengkaji
aspek-aspek tersebut, seorang ahli geografi sangat memperhatikan faktor letak,
distribusi (persebaran), interelasi serta interaksinya. Salah satu contoh
pendekatan keruangan tersebut adalah sebidang tanah yang harganya mahal karena
tanahnya subur dan terletak di pinggir jalan. Pada contoh tersebut, yang pertama
adalah menilai tanah berdasarkan produktivitas pertanian, sedangkan yang kedua
menilai tanah berdasarkan nilai ruangnya yaitu letak yang strategis.
- Pendekatan Ekologi (Lingkungan)
Pendekatan lingkungan didasarkan pada salah satu prinsip dalam disiplin ilmu
biologi, yaitu interelasi yang menonjol antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Di dalam analisis lingkungan geografi menelaah gejala interaksi
dan interelasi antara komponen fisikal (alamiah) dengan nonfisik (sosial).
Pendekatan ekologi melakukan analisis dengan melihat perubahan komponen biotik
dan abiotik dalam keseimbangan ekosistem suatu wilayah. Misalnya, suatu padang rumput yang
ditinggalkan oleh kawanan hewan pemakan rumput akan menyebabkan terjadinya
perubahan lahan dan kompetisi penghuninya.
- Pendekatan Regional (Kompleks Wilayah)
Analisis kompleks wilayah membandingkan berbagai kawasan di muka bumi dengan
memperhatikan aspek-aspek keruangan dan lingkungan dari masing-masing wilayah
secara komprehensif. Contohnya, wilayah kutub tentu sangat berbeda
karakteristik wilayahnya dengan wilayah khatulistiwa.
Prinsip dasar
Ada 4
prinsip utama dalam menganalisis gejala geosfer.
- Prinsip persebaran, artinya persebaran bentang alam di permukaan bumi tidak merata sehingga setiap wilayah akan berbeda dengan wilayah lain. Contohnya persebaran jumlah transmigran di Indonesia tidak merata, ada suatu wilayah yang jumlahnya besar dibandingkan dengan yang lain sesuai dengan luas wilayahnya.
- Prinsip interelasi, artinya fenomena geosfer yang satu mempunyai hubungan dengan fenomena geosfer yang lain, gejala yang satu berkaitan dengan gejala yang lain. Contohnya sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani karena masih tersedianya lahan untuk digarap.
- Prinsip deskripsi, artinya untuk menggambarkan fenomena geosfer memerlukan deskripsi, melalui tulisan, tabel, gambar atau grafik. Contohnya peta persebaran lempeng tektonik di dunia.
- Prinsip korologi, artinya dengan menganalisis suatu wilayah berdasarkan ketiga prinsip sebelumnya maka suatu wilayah akan mempunyai karakteristik tertentu. Prinsip ini merupakan simbol dari geografi modern. Contohnya suhu udara di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan. Hal ini disebabkan salah satunya karena banyaknya sinar matahari yang dipantulkan oleh bangunan-bangunan yang ada di perkotaan.
Prinsip pemetaan
Peta dunia Ptolemy yang disusun kembali dari Geographia Ptolemeus (sekitar
150) di abad ke-15, mengindikasikan "Sinae" (Cina) di ekstrem kanan,
luar pulau "Taprobane" (Sri Lanka, besar) dan "Aurea
Chersonesus" (Asia Tenggara)
Ptolemeus juga merancang dan menyediakan petunjuk tentang cara membuat peta
dunia yang dihuni (oikoumenè) dan provinsi Romawi.
Pada bagian kedua dari buku Geographia ia memberikan daftar topografi yang
diperlukan, dan keterangan untuk peta. Oikoumenè Nya membentang 180 derajat
garis bujur dari kepulauan Canary di Samudra Atlantik ke Cina, dan sekitar 80
derajat lintang dari Arktik, India timur sampai jauh ke Afrika; Ptolemeus
menyadari bahwa ia mengetahui hanya seperempat dari seluruh dunia .
Sejarah
Bangsa Yunani
adalah bangsa yang pertama dikenal secara aktif menjelajahi geografi sebagai ilmu dan filosofi,
dengan pemikir utamanya Thales dari Miletus, Herodotus, Eratosthenes,
Hipparchus,
Aristotle,
Dicaearchus dari Messana, Strabo, dan Ptolemy. Bangsa Romawi
memberi sumbangan pada pemetaan karena mereka banyak menjelajahi negeri dan
menambahkan teknik baru. Salah satu tekniknya adalah periplus, deskripsi pada
pelabuhan dan daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas
pantai; contoh pertamanya adalah Hanno sang Navigator
dari Carthaginia dan satu lagi dari Laut Erythraea, keduanya selamat di laut
menggunakan teknik periplus dengan mengenali garis pantai laut Merah dan Teluk
Persi.
Pada Zaman Pertengahan, bangsa Arab seperti al-Idrisi, Ibnu
Battuta dan Ibnu Khaldun memelihara dan terus membangun warisan
bangsa Yunani dan Romawi. Dengan perjalanan Marco Polo,
geografi menyebar ke seluruh Eropa. Selama zaman Renaissance dan pada abad ke-16 dan
17
banyak perjalanan besar dilakukan untuk mencari landasan teoritis dan detail
yang lebih akurat. Geographia Generalis oleh Bernhardus Varenius dan
peta dunia Gerardus Mercator adalah contoh terbesar.
Setelah abad ke-18 geografi mulai dikenal sebagai disiplin ilmu yang
lengkap dan menjadi bagian dari kurikulum di universitas
di Eropa (terutama
di Paris dan Berlin), tetapi
tidak di Inggris
dimana geografi hanya diajarkan sebagai sub-disiplin dari ilmu lain. Salah satu
karya besar zaman ini adalah Kosmos: sketsa deskripsi fisik Alam Semesta,
oleh Alexander vom Humboldt.
Selama lebih dari dua abad kuantitas pengetahuan dan perangkat pembantu
banyak ditemukan di Indonesia[rujukan?]. Terdapat
hubungan yang kuat antara geografi dengan geologi dan botani, juga ekonomi, sosiologi dan
demografi.
Di barat, selama abad ke-20, disiplin ilmu geografi melewati empat fase
utama: determinisme lingkungan, geografi regional, revolusi kuantitatif
dan geografi kritis.
Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik
manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. Penganut fanatik deteriminisme
lingkungan adalah Carl Ritter, Ellen Churchill Semple
dan Ellsworth Huntington.
Hipotesis terkenalnya adalah "iklim yang panas menyebabkan masyarakat di
daerah tropis menjadi malas" dan "banyaknya perubahan pada tekanan
udara pada daerah lintang sedang membuat orangnya lebih cerdas".
Ahli geografi determinisme lingkungan mencoba membuat studi itu menjadi
teori yang berpengaruh. Sekitar tahun 1930-an pemikiran ini banyak ditentang karena
tidak mempunyai landasan dan terlalu mudahnya membuat generalisasi (bahkan
lebih sering memaksa). Determinisme lingkungan banyak membuat malu geografer
kontemporer, dan menyebabkan sikap skeptis di kalangan geografer dengan klaim
alam adalah penyebab utama budaya (seperti teori Jared
Diamond).
Geografi regional menegaskan kembali topik bahasan geografi pada ruang dan
tempat. Ahli geografi regional memfokuskan pada pengumpulan informasi
deskriptif tentang suatu tempat, juga metode yang sesuai untuk membagi bumi
menjadi beberapa wilayah atau region. Basis filosofi kajian ini diperkenalkan
oleh Richard Hartshorne.
Revolusi kuantitatif adalah usaha geografi untuk mengukuhkan dirinya sebagai
ilmu (sains), pada masa kebangkitan interes pada sains setelah peluncuran
Sputnik. Revolusioner kuantitatif, sering disebut "kadet angkasa",
menyatakan bahwa kegunaan geografi adalah untuk menguji kesepakatan umum
tentang pengaturan keruangan suatu fenomena. Mereka mengadopsi filosofi positifisme
dari ilmu alam dan dengan menggunakan matematika
- terutama statistika
- sebagai cara untuk menguji hipotesis. Revolusi kuantitatif merupakan landasan
utama pengembangan Sistem Informasi Geografis.
Walaupun pendekatan positifisme dan pos-positifisme tetap menjadi hal yang
penting dalam geografi, tetapi kemudian geografi kritis muncul sebagai kritik
atas positifisme. Yang pertama adalah munculnya geografi manusia. Dengan latar
belakang filosofi eksistensialisme dan fenomenologi,
ahli geografi manusia (seperti Yi-Fu Tuan) memfokuskan pada peran manusia dan
hubungannya dengan tempat.
Pengaruh lainnya adalah geografi marxis, yang menerapkan teori sosial Karl Marx
dan pengikutnya pada geografi fenomena. David Harvey dan Richard Peet merupakan
geografer marxis yang terkenal. Geografi feminis, seperti pada namanya,
menggunakan ide dari feminisme pada konteks geografis. Arus terakhir dari
geografi kritis adalah geografi pos-modernis, yang mengambil ide teori pos-modernis dan pos-strukturalis untuk
menjelajahi konstruksi sosial dari hubungan keruangan.
Metode
Hubungan keruangan merupakan kunci pada ilmu sinoptik ini, dan
menggunakan peta
sebagai perangkat utamanya. Kartografi klasik digabungkan dengan pendekatan analisis
geografis yang lebih modern kemudian menghasilkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang
berbasis komputer.
Geografer menggunakan empat pendekatan:
- Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
- Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
- Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah dan populasinya.
- Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.
Cabang
Geografi fisik
Cabang ini memusatkan pada geografi sebagai ilmu bumi,
menggunakan biologi
untuk memahami pola florafauna global,
dan matematika
dan fisika untuk
memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya
yang lain. Termasuk juga di dalamnya ekologi muka bumi dan geografi lingkungan.
dan
Topik terkait: atmosfer - kepulauan - benua - gurun - pulau - bentuk muka bumi - samudera - laut - sungai - danau - ekologi - iklim - tanah - geomorfologi
- biogeografi
- garis waktu
geografi, paleontologi - paleogeografi - hidrologi.
Geografi manusia
Cabang geografi non-fisik juga disebut antropogeografi yang fokus
sebagai ilmu sosial, aspek non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia.
Mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia lainnya,
dan pada transformasi makroskopis bagaimana manusia berperan di dunia. Bisa
dibagi menjadi: geografi ekonomi, geografi politik (termasuk geopolitik),
geografi sosial (termasuk geografi kota),
geografi feminisme dan geografi militer.
Topik terkait: Negara-negara di dunia - negara - bangsa - negara
bagian - perkumpulan individu
- provinsi -
kabupaten
- kota - kecamatan
Geografi
manusia-lingkungan
Selama masa determinisme lingkungan, geografi bukan
merupakan ilmu tentang hubungan keruangan, tetapi tentang bagaimana manusia dan
lingkungannya berinteraksi. Walaupun paham determinisme lingkungan sudah tidak
berkembang, masih ada tradisi kuat di antara geografer untuk mengkaji hubungan
antar manusia dengan alam. Terdapat dua bidang pada geografi
manusia-lingkungan: ekologi budaya dan politik dan penelitian
risiko-bencana. Karakter manusia yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya, maka
harus melakukan penggunaan alam atau eksploitasi alam guna terpenuhinya
kebutuhan hidup.
Perencanaan
dan Pengembangan Wilayah
Cabang Geografi ini adalah cabang yang relatif baru. Dikembangkan pada
sekitar tahun 1980-an oleh para Geografiwan Eropa, terutama dari Nederland. Saat kerjasama
Universitas antar kedua negara dilakukan, sejumlah ahli Geografi asal Belanda
ikut serta dalam program pencangkokan dosen di UGM. Hasilnya adalah lahirnya
program studi baru bernama Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah dan
sekarang lebih dikenal dengan Program Studi Pembangunan Wilayah. Sebelum
berdiri menjadi disiplin tersendiri yang memadukan Ilmu Geografi dengan Ilmu
Perencanaan Wilayah, proyek ini dikenal dengan nama Rural and Regional
Development Planning (RRDP). Selain itu dapat dijelaskan bahwa perencanaan dan
pengembangan wilayah dapat berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial terutama terkait
dengan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, sehingga sangat
bersinggungan dengan konsep-konsep dan teori-teori sosial yang ada.
Ekologi
budaya dan politik
Ekologi budaya muncul sebagai hasil kerja Carl Sauer pada geografi dan
pemikiran dalam antropologi. Ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia
beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Ilmu keberlanjutangeografi kritis untuk
melihat hubungan kekuatan alam dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia.
Misalnya, studi yang berpengaruh oleh Micahel Watts berpendapat
bahwa kelaparan di Sahel
disebabkan oleh perubahan sistem politik dan ekonomi
di wilayah itu sebagai hasil dari kolonialismekapitalisme.
(sustainability) kemudian tumbuh dari tradisi ini. Ekologi poltik bangkit
ketika beberapa geografer menggunakan aspek
dan menyebarnya praktek
Penelitian
risiko-bencana
Penelitian pada bencana dimulai oleh Gilbert F. Withe, yang
mencoba memahami mengapa orang tinggal dataran banjir yang mudah terkena
bencana. Sejak itu, bidang ini berkembang menjadi multi disiplin dengan
mempelajari bencana alam (seperti gempa bumi)
dan bencana teknologi (seperti kebocoran reaktor
nuklir). Geografer yang mempelajari bencana tertarik pada dinamika bencana
dan bagaimana manusia dan masyarakat menghadapinya.
Geografi sejarah
Cabang ini mencari penjelasan bagaimana budaya dari berbagai tempat di bumi
berkembang dan menjadi seperti sekarang. Studi tentang muka bumi merupakan satu
dari banyak kunci atas bidang ini - banyak disimpulkan tentang pengaruh
masyarakat dahulu pada lingkungan dan sekitarnya.
Ada
apa dibalik nama? Geografi sejarah dan kampus Berkeley
"Geografi Sejarah" tentu saja merupakan akibat timbal-balik dari
geografi dan sejarah. Tetapi di Amerika Serikat, mempunyai arti yang yang lebih
spesifik. Nama ini dikenalkan oleh Carl Ortwin Sauer dari Universitas California, Berkeley
dengan programnya mereorganisasi geografi budaya (beberapa orang menyebutkan
semua geografi) pada semua wilayah, dimulai pada awal abad ke-20.
Bagi Sauer, muka bumi dan budaya di atasnya hanya bisa dipahami jika
mempelajari semua pengaruhnya (fisik, budaya, ekonomi, politik, lingkungan)
menurut sejarah. Sauer menekankan kajian wilayah sebagai satu-satunya cara
untuk mendapatkan kekhususan pada wilayah di atas bumi.
Filosofi Sauer merupakan pembentuk utama pemikiran geografi di Amerika pada
pertengahan abad ke-20. Sampai sekarang kajian wilayah masih menjadi bagian
departemen geografi di kampus-kampus di AS. Tetapi banyak geografer beranggapan
ini akan membahayakan ilmu geografi itu sendiri untuk jangka panjang:
penyebabnya adalah terlalu banyak pengumpulan data dan klasifikasi, sementara
analisis dan penjelasannya terlalu sedikit. Studi ini menjadi lebih spesifik
pada wilayah sementara geografer angkatan berikutnya berusaha mencari nama yang
tepat untuk ini. Mungkin ini yang menyebabkan krisis 1950-an
pada geografi yang hampir menghancurkannya sebagai disiplin akademis.
Teknik geografis
Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh
merupakan terjemahan dari istilah remote sensing, adalah
ilmu, teknologi
dan seni dalam
memperoleh informasi
mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan bumi tanpa kontak
langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji, melainkan melalui media
perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari
gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk
citra. Pengertian 'tanpa kontak langsung' di sini dapat diartikan secara sempit
dan luas. Secara sempit berarti bahwa memang tidak ada kontak antara objek
dengan analis, misalnya ketika data citra satelit diproses dan ditransformasi
menjadi peta distribusi temperatur permukaan pada saat perekaman. Secara luas
berarti bahwa kontak dimungkinkan dalam bentuk aktivitas 'ground truth', yaitu
pengumpulan sampel lapangan untuk dijadikan dasar pemodelan melalui interpolasi
dan ekstrapolasi pada wilayah yang jauh lebih luas dan pada kerincian yang
lebih tinggi.
Pada awalnya penginderaan jauh kurang dipandang sebagai bagian dari
geografi, dibandingkan kartografi. Meskipun demikian, lambat laun disadari bahwa
penginderaan jauh merupakan satu-satunya alat utama dalam geografi yang mampu memberikan
synoptic overview
--pandangan secara ringkas namun menyeluruh-- atas suatu wilayah sebagai titik
tolak kajian lebih lanjut. Penginderaan jauh juga mampu menghasilkan berbagai
macam informasi keruangan dalam konteks ekologis dan kewilayahan yang
menjadi ciri kajian geografis. Di samping itu, dari sisi persentasenya,
pendidikan penginderaan jauh di Amerika
Serikat, Australia
dan Eropa lebih
banyak diberikan oleh bidang ilmu (departemen,
'school' atau fakultas)
geografi.
Dari segi metode yang digunakan, dikenal metode penginderaan jauh manual
atau visual dan metode penginderaan jauh digital. Penginderaan
jauh manual memanfaatkan citra tercetak atau 'hardcopy' (fotoudara, citra hasil
pemindaian scanner
di pesawat
udara maupun satelit)
melalui analisis dan interpretasi secara manual/visua]. Penginderaan
jauh digital
menggunakan citra dalam format digital, misalnya hasil pemotretan kamera digital,
hasil pemindaian foto udara yang sudha tercetak, dan hasil pemindaian oleh
sensor satelit, dan menganalisisnya dengan bantuan komputer. Baik
metode manual maupun digital menghasilkan peta dan laporan. Peta hasil metode
manual dapat dikonversi menjadi peta
tematik digital melalui proses digitisasi (sering diistilahkan
digitasi).
Metode manual kadangkala juga dilakukan dengan bantuan komputer, yaitu
melalui proses interpretasi di layar monitor (on-screen digitisation),
yang langsung menurunkan peta digital. Metode analisis citra digital menurunkan peta
tematik digital secara langsung. Peta-peta
digital tersebutd dapat di-'lay out' dan dicetak untuk menjadi produk kartografis (disebut basis dat
kartografis), namun dapat pula
menjaid masukan (input) dalam suatu sistem informasi geografis sebagai basis
data geografis. Peta-peta itu untuk
selanjutnya menjaid titik toak para geografiwan dalam menjalankan
kajian geografinya.
Kartografi
Kartografi
atau pemetaan mempelajari representasi permukaan bumi dengan simbol abstrak. Bisa
dibilang, tanpa banyak kontroversi, kartografi
merupakan penyebab meluasnya kajian geografi. Kebanyakan geografer mengakui
bahwa ketertarikan mereka pada geografi dimulai ketika mereka terpesona oleh peta
di masa kecil mereka. walaupun subdisiplin ilmu geografi lainnya masih
bergantung pada peta untuk menampilkan hasil analisisnya, pembuatan peta itu sendiri masih
terlalu abstrak
untuk dianggap sebagai ilmu terpisah.
Kartografi berkembang dari kumpulan teknik menggambar menjadi bagian sebuah
ilmu. Seorang kartografer harus memahami psikologi kognitif dan ergonomi untuk membuat
simbol apa yang cocok untuk mewakili informasi tentang bumi yang bisa
dimengerti orang lain secara efektif, dan psikologi perilaku
untuk memengaruhi pembaca memahami informasi yang dibuatnya. Mereka juga harus
belajar geodesi
dan matematika
yang tidak sederhana untuk memahami bagaimana bentuk bumi berpengaruh pada
penyimpangan atau distorsi dari proses proyeksi ke bidang datar.
Sistem
Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis membahas
masalah penyimpanan informasi tentang bumi dengan cara otomatis melalui komputer secara
akurat secara informasi.
Sebagai tambahan pada subdisiplin ilmu geografi lainnya, spesialis SIG harus mengerti ilmu komputer
dan sistem database.
SIG memacu revolusi
kartografi sehingga sekarang hampir semua pembuatan peta dibuat dengan piranti
lunak (software)
SIG.
Metode
kuantitatif geografi
Metode kuantitatif
geografi membahas metode numerik yang khas (atau paling tidak yang banyak
ditemukan) dalam geografi. Sebagai tambahan pada analisis keruangan, anda
mungkin akan menemukan analisis klaster, analisis diskriminan
dan uji statistik
non-parametris pada studi geografi.
Bidang Terkait
Perencanaan
Kota dan Wilayah
Perencanaan kota dan wilayah menggunakan
ilmu geografi untuk membantu mempelajari bagaimana membangun (atau tidak
membangun) suatu lahan menurut kriteria tertentu, misalnya keamanan, keindahan,
kesempatan ekonomi, perlindungan cagar alam tau cagar budaya, dsb. Perencanaan kota, baik kota kecil
maupun kota
besar, atau perencanaan pedesaan mungkin bisa dianggap sebagai geografi terapan
walau mungkin terlihat lebih banyak seni dan pelajaran sejarah. Beberapa
masalah yang dihadapi para perencana wilayah di antaranya adalah eksodus masyarakat desa dan kota dan Pertumbuhan Pintar (Smart
Growth).
Ilmu wilayah
Pada tahun 1950-an,
gerakan ilmu wilayah muncul, dipimpin
oleh Walter Isard untuk
menghasilkan lebih banyak dasar kuantitatif dan analitis pada masalah geografi,
sebagai tanggapan atas pendekatan kualitatif pada program geografi tradisional.
Ilmu wilayah berisi pengetahuan bagaimana dimensi keruangan menjadi peran
penting, seperti ekonomi regional, pengelolaan sumber
daya, teori lokasi, perencanaan
kota dan wilayah, transportasi
dan komunikasi,
geografi
manusia, persebaran populasi, ekologi muka bumi dan
kualitas lingkungan.
Pendidikan tinggi
Di Indonesia, perguruan tinggi yang membuka program studi Geografi sebagai
ilmu murni hanya tiga perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Indonesia
(UI), UGM (Universitas Gadjah Mada), dan UM (Universitas Negeri Malang) dan
satu perguruan tinggi swasta (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Sedangkan
program studi Pendidikan Geografi ada di 45 perguruan tinggi.
UGM, Geografi telah berkembang lebih jauh sehingga menjadi Fakultas
tersendiri sejak tahun 1963, yaitu Fakultas Geografi. Saat
ini telah mempunyai jenjang pendidikan tinggi dari D3 (diploma) Penginderaan JauhSIG, S1, S2 dan S3.
Fakultas Geografi UGM juga mempelajari ilmu Perencanaan dan Pengembangan
wilayah. dan
Di UI, Geografi menjadi jurusan dari Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam (MIPA). Geografi dipelajari sebagai bagian terapan ilmu-ilmu
murni sejajar dengan Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.
Fakultas Geografi UMS didirikan oleh sejumlah alumni dan dosen Fakultas
Geografi UGM. Para Alumni Pendidikan Tinggi Geografi kemudian membentuk sebuah
asosiasi profesi yang disebut dengan Ikatan Geografiwan Indonesia (IGI).
Disamping itu, dalam wadah yang lebih sempit, para Geografiwan dari UGM juga
mempunyai wadah Ikatan Geografiwan Universitas Gadjah Mada (disingkat IGEGAMA).
Bakosurtanal, salah satu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) berkumpul
banyak alumni Geografi, baik dari UI, UGM maupun UMS.
Read User's Comments0
Langganan:
Komentar (Atom)










